Cari Blog Ini

Selasa, 26 November 2019

Sistem Informasi Psikologi


Haloo Guys lama tak jumpa, kali ini saya akan review jurnal yang judulnya 
Information System Psychology

Judul Jurnal
Information System Psychology
Nama Jurnal
Australian Psychologist
Nama Pengarang
Alan W. Coulter
Tahun Jurnal
3 Maret 1968



Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menyajikan beberapa pendekatan teoritis mengenai sistem informasi, memberikan garis besar pertimbangan yang lebih praktis dari desain sistem informasi berbasis komputer dan menunjukkan beberapa area yang relevan dengan psikolog sistem informasi.
Bidang ilmu Psikologi Sistem Informasi muncul karena adanya masalah baru yang dihadapi psikolog sebagai akibat dari perkembangan teknologi sistem manusia / mesin. Dalam lingkungan informasi yang diberikan, seseorang dapat membedakan semua entitas yang berkontribusi, berlawanan dan netral terhadap tujuan. Hal ini dapat dijelaskan oleh kemampuan informasi (jenis mekanisme penginderaan, mekanisme tindakan) dan oleh properti dan nilai-nilai yang berbeda satu dengan yang lain. Yang paling penting adalah mekanisme yang menjalankan fungsi kontrol untuk melihat bahwa tujuan terpenuhi. Jenis informasi yang dibutuhkan akan tergantung pada sifat tujuan, kemampuan entitas lain, serta kemampuan informasinya sendiri. Seseorang harus mengasumsikan semacam saluran komunikasi. Komunikasi informasi dapat dalam berbagai bentuk dan berbagai jenis saluran untuk mentransmisikan gambar-gambar televisi, dan ke sistem saraf pusat manusia. Pengelompokan informasi yang homogen yang ditransmisikan disebut pesan. Efisiensi komunikasi tergantung pada metode pengkodean, karakteristik saluran, tingkat kepastian informasi, jarak pengiriman informasi, dan jumlah informasi yang dikomunikasikan. Dalam sistem yang sepenuhnya efisien hanya informasi yang tidak dapat diprediksi oleh entitas penerima yang dikomunikasikan. Informasi dapat dikelompokkan asalkan ada cara untuk menghubungkan informasi tersebut bersama-sama. Sebagai contoh, kita dapat menghubungkan hasil tes dari kelas siswa dengan informasi deskriptif lain dari siswa, dan membangun set informasi baru tentang mereka. Sayangnya, ada kemungkinan kesalahan dalam menangani informasi. Sebuah sistem informasi tampaknya rentan terhadap kegagalan di titik mana pun dalam jaringan.

Psikolog memiliki banyak kontribusi, karena cara aktivitas manusia diatur akan menentukan beberapa aspek dasar dari struktur informasi. Penggunaan konsep informasi dapat memberikan wawasan baru ke dalam teori perilaku. Perhatian oleh psikolog sistem informasi terhadap basis konseptual akan menjadi pengembangan yang diperlukan dalam pemahaman, dan kontribusi terhadap, lingkungan baru yang akan dihasilkan dari perluasan kemitraan antara manusia dan komputer.
Ada banyak pertimbangan lain yang harus dipelajari dalam aliran informasi melintasi antarmuka manusia / komputer. Masalah identifikasi, diskriminasi, tingkat informasi, waktu reaksi, persepsi pola, pengkondisian, adaptasi dan kebiasaan menjadi fokus permasalahan. Semua bidang ini telah dan akan terus menjadi bidang yang tepat untuk penelitian psikologis. Yang diperlukan adalah psikolog tertentu untuk mengarahkan hasil penelitian tersebut ke bidang teknologi baru. Jika kita mempertimbangkan efek dari sistem total berbasis komputer pada tenaga kerja, ada banyak masalah signifikansi psikologis yang timbul dari penyesuaian manusia terhadap lingkungan kerja yang baru. Dengan pendekatan saat ini, akan terlihat bahwa kebebasan individu untuk bertindak di luar prosedur yang ditetapkan akan sangat berkurang. Ini akan mengurangi inisiatif untuk eksperimen, inovasi dan saran, dan menghasilkan stagnasi dalam jangka panjang.

Jumat, 15 Maret 2019

FREUD & PSIKOANALISIS


SIGMUND FREUD? Siapa sih yang gak kenal??


Seorang tokoh yang selalu masuk dalam kategori 100 tokoh paling penting dalam abad ke-20, tokoh yang turut menentukan cara kita memandang dunia dan diri kita sendiri. ya! penemu psikoanalisis ini masih tetap eksis sampai saat ini, sama seperti saat ia masih hidup.

Sigmund Freud



Sigmund Freud lahir pada tanggal 6 mei 1856 di Freiberg, Moravia yang kini terletak di Cekoslowakia tapi pernah menjadi bagian dari kerajaan Austro-Hungaria. Ayahnya adalah seorang pedagang wol dengan pemikiran yang maju dan selera humor yang baik. Ibunya, seorang wanita yang aktif dan merupakan istri kedua Ayahnya dengan usia 20 tahun lebih muda. Keluarga Freud keturunan Yahudi, tetapi mereka tidak menganut Agama Yahudi. Pada saat ia berusia 4 atau 5 tahun, tepatnya pada tahun 1860 keluarganya pindah ke Wina, yang kemudian menjadi tempat ia menghabiskan sebagian besar hidupnya.


Freud merupakan sosok yang cerdas, ia menunjukan bakat-bakat khusus sejak pertama kali masuk sekolah, dan tentunya selalu menjadi juara di setiap tahunnya. Masih kanak-kanak saja, Freud sudah membaca buku karya Shakespeare dan banyak mendengar cerita-cerita tentang Goethe yang sangat mempengaruhi kepribadiannya woahhh kalo kita dah mumet kali ya 😁 Di umur Sembilan tahun, Freud dapat masuk kesekolah lanjutan (Sperl Gymnasium) setahun lebih cepat dari waktu normal. Enam tahun berikutnya, dari delapan tahun masa studinya, ia selalu mendapat peringkat pertama.


Pada tahun 1873, ketika masuk Universitas Wina, Freud berambisi mempelajari hukum, namun ia justru mempelajari ilmu kedokteran. Ia sangat dipengaruhi oleh dosennya yaitu Ernst Brucke dan sangat fanatic terhadap pendekatan mekanistik. Selama menjalani pelatihan klinis, Freud dipengaruhi oleh salah seorang tutornya yaitu Theodor Meynert yang menganjurkannya untuk mengambil spesialisasi dan neuropatologi. Ia menerima anjuran tersebut sehingga akhirnya ia berhasil menyandang gelar doktor dalam ilmu kedokteran di tahun 1881.*Applause 👏 Pada tahun 1882, Freud mengikuti saran Ernst Brucke untuk meninggalkan kerja di laboraturium dan bekerja di rumah sakit umum Vienna.


Selama beberapa bulan, Di tahun 1885, Freud tinggal di paris untuk belajar kepada seorang neurology terkenal bernama Jean Martin Charcot. Bulan September ditahun 1886, Freud menikah dengan Martha Bernays dan memiliki anak berjumlah enam orang. Tahun itu juga, ia membuka praktik pribadi sebagai neoropatologi. Pada tahun 1896 bertepatan dengan musim semi, Freud pertama kalinya menyebut istilah “PSIKOANALISIS” dalam perjalanan karirnya. Namun pada tahun itu juga, ayahnya meninggal L Sehingga pada peristiwa tersebut ia mengarang sebuah buku berjudul “The Interpretation of Dreams”. Buku tersebut di terbitkan pada tahun 1899, menyusul karya-karya selanjutnya Psychology of Everyday Life yang meledak pada tahun 1901. Obsessive Action and religious practices (1907), Creative Writers and Daydreaming (1908), Totem and Taboo (1911), The Moses of Michelangelo (1914) serta karya terakhir yang di tulisnya yaitu Moses and Monotheism.


Pada tahun 1938, Jerman (Nazi) menguasai Austria. Sehingga Freud yang saat itu sudah berusia 82 tahun dan keturunan yahudi melarikan diri ke Inggris bersama keluarganya. Ia menghindari kejaran tentara Nazi yang sedang memburu para kaum Yahudi di Eropa saat itu. Pada saat-saat akhir hidupnya dia kejangkitan kanker pada tulang rahangnya yang di-idap sejak tahun 1923 dan selanjutnya dia mengalami pembedahan lebih dari tiga puluh kali dalam rangka memulihkan kondisinya. berat juga ya gengs 😢 Akhirnya pada tanggal 23 September 1939 Freud meninggal dunia di London, setelah menelan beberapa dosis morfin mematikan yang diminta dari dokternya.

Sigmund Freud-2

Sesuai judulnya yaitu Freud & Psikoanalisis

Penemuan yang mengakibatkan nama Freud menjadi masyhur adalah psikoanalisis. Psikoanalisis adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh sigmund freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia (seperti misalnya mimpi). Pada mulanya istilah psikoanalisis hanya dipergunakan dalam hubungan dengan Freud saja, sehingga "psikoanalisis" dan "psikoanalisis" Freud sama artinya.

Psikoanalisis freud dianggap sebagai ilmu baru tentang manusia yang mengalami banyak pertentangan, namun Freud tidak pernah melarikan diri dari pertentangan-pertentangan tersebut. Suatu contoh terkenal adalah pendapat H. J. Eysenck seorang profesor psikologi di London yang berasal dari Jerman mengatakan bahwa psikoanalisis tidak dapat dianggap ilmu pengetahuan karena sama sekali tidak bersifat behavioristik.

Contoh kritik lain datang dari Karl Popper yang berbicara tentang pemikiran Freud dalam rangka masalah demarkasi, yaitu kemungkinan menarik garis pemisah antara bidang ilmiah dan non-ilmiah. Popper berpendapat bahwa psikoanalisis mempunyai suatu status mistis saja, bukan suatu ilmiah dalam arti sebenarnya.

Freud dinilai sebagai pengarang dan pemikir “klasik”. Kenapa klasik? sebab ia telah mengemukakan pandangan yang dapat memberikan inspirasi kepada segala zaman. Freud adalah klasik karena ia membuka perspektif baru tentang manusia. Maka dari itu, karya-karyanya patut digarap terus-menerus dan tidak boleh disisihkan seolah-olah tidak berguna lagi. Freud juga seorang “inovator”, sosok pembaru yang membuka jalan baru untuk mengerti manusia.

Lahirnya aliran psikoanalisis Freud dalam dunia psikologi oleh para ahli psikologi sering dianalogikan dengan Revolusi Convernican dalam natural science; dicaci, ditolak, tetapi pada akhirnya di agungkan.

Menurut freud kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat sadar yakni sadar (conscious), tidak sadar (Preconsius), dan tak-sadar (unconscious). Sampai dengan tahun 1920an, teori tentang konflik kejiwaan hanya melibatkan ketiga unsur kesadaran itu. Baru pada tahun 1923 Freud mengenal tiga model struktur yang lain, yakni id, ego, dan superego. 

Freud Structural Iceberg

Sadar (Conscious)
Tingkat kesadaran yang berisi semula yang kita cermati pada saat tertentu. Menurut Freud, hanya sebagian kecil saja dari kehidupan mental (fikiran, persepsi, perasaan dan ingatan) yang masuk ke kesadaran (consciousness).

Prasadar (Preconscious)
Disebut juga ingatan siap (anvailable memory), yakni kesadaran yang menjadi jembatan antara sadar dan tak-sadar. Isi Preconscious berasal dari conscious dan dari unconscious. Pengalaman yang ditinggal oleh perhatian, semula disadari tapi kemudian tidak dicermati, akan ditekan berpindah ke daerah prasadar.

Tak Sadar (Unconscious)
Secara khusus Freud membuktikan bahwa ketidaksadaran bukanlah abstraksi hipotetik tetapi itu adalah kenyataan empirik. Ketidaksadaran itu berisi insting, implus dan drivers yang dibawa dari lahir, dan pengalaman-pengalaman traumatik (biasanya pada masa kanak-kanak) yang ditekan oleh kesadaran dipindah ke daerah ketidaksadaran.

Id
Adalah system kepribadian yang asli dibawa sejak lahir. Dari id ini kemudian akan muncul ego dan superego. Saat dilahirkan, id berisi semua aspek psikologi yang diturunkan seperti insting, implus dan drives. Id berada dan berpontensi dalam daerah Unconscious, mewakili subyektifitas yang tidak pernah disadari sepanjang usia.

Ego
Ego berkembang dari Id agar orang mampu mengenali realita, sehingga ego beroperasi mengukuti prinsip realita (reality Principle); usaha memperoleh kepuasan yang dituntut id dengan mencegah terjadinya tegangan baru atau menunda terjadinya kenikmatan sampai ditemukannya objek yang nyata – nyata dapat memuaskan kebutuhan.

Superego
Superego adalah moral dan etik dari kepribadian, yang beroperasi memakai prinsip idealistik (idealistik principle) sebagai lawan dari prinsip kepuasan id dan prinsip realistic dari ego.




Sumber :

Ruth, Berry. Freud: Siapa Dia?. 2001. Jakarta: Erlangga.
Bertens, K. Psikonalisis: Sigmund Freud. 2016. Jakarta: PT Gramedia
https://www.biografiku.com/biografi-sigmund-freud/