Haloo
Guys lama tak jumpa, kali ini saya akan review jurnal yang judulnya
“Information
System Psychology”
Judul Jurnal
|
Information
System Psychology
|
Nama Jurnal
|
Australian
Psychologist
|
Nama Pengarang
|
Alan
W. Coulter
|
Tahun Jurnal
|
3
Maret 1968
|
Tujuan
dari jurnal ini adalah untuk menyajikan beberapa pendekatan teoritis mengenai
sistem informasi, memberikan garis besar pertimbangan yang lebih praktis dari
desain sistem informasi berbasis komputer dan menunjukkan beberapa area yang
relevan dengan psikolog sistem informasi.
Bidang
ilmu Psikologi Sistem Informasi muncul karena adanya masalah baru yang dihadapi
psikolog sebagai akibat dari perkembangan teknologi sistem manusia / mesin. Dalam
lingkungan informasi yang diberikan, seseorang dapat membedakan semua entitas
yang berkontribusi, berlawanan dan netral terhadap tujuan. Hal ini dapat
dijelaskan oleh kemampuan informasi (jenis mekanisme penginderaan, mekanisme
tindakan) dan oleh properti dan nilai-nilai yang berbeda satu dengan yang lain.
Yang paling penting adalah mekanisme yang menjalankan fungsi kontrol untuk
melihat bahwa tujuan terpenuhi. Jenis informasi yang dibutuhkan akan tergantung
pada sifat tujuan, kemampuan entitas lain, serta kemampuan informasinya
sendiri. Seseorang harus mengasumsikan semacam saluran komunikasi. Komunikasi
informasi dapat dalam berbagai bentuk dan berbagai jenis saluran untuk
mentransmisikan gambar-gambar televisi, dan ke sistem saraf pusat manusia.
Pengelompokan informasi yang homogen yang ditransmisikan disebut pesan.
Efisiensi komunikasi tergantung pada metode pengkodean, karakteristik saluran,
tingkat kepastian informasi, jarak pengiriman informasi, dan jumlah informasi
yang dikomunikasikan. Dalam sistem yang sepenuhnya efisien hanya informasi yang
tidak dapat diprediksi oleh entitas penerima yang dikomunikasikan. Informasi
dapat dikelompokkan asalkan ada cara untuk menghubungkan informasi tersebut
bersama-sama. Sebagai contoh, kita dapat menghubungkan hasil tes dari kelas
siswa dengan informasi deskriptif lain dari siswa, dan membangun set informasi
baru tentang mereka. Sayangnya, ada kemungkinan kesalahan dalam menangani
informasi. Sebuah sistem informasi tampaknya rentan terhadap kegagalan di titik
mana pun dalam jaringan.
Psikolog
memiliki banyak kontribusi, karena cara aktivitas manusia diatur akan
menentukan beberapa aspek dasar dari struktur informasi. Penggunaan konsep
informasi dapat memberikan wawasan baru ke dalam teori perilaku. Perhatian oleh
psikolog sistem informasi terhadap basis konseptual akan menjadi pengembangan
yang diperlukan dalam pemahaman, dan kontribusi terhadap, lingkungan baru yang
akan dihasilkan dari perluasan kemitraan antara manusia dan komputer.
Ada
banyak pertimbangan lain yang harus dipelajari dalam aliran informasi melintasi
antarmuka manusia / komputer. Masalah identifikasi, diskriminasi, tingkat
informasi, waktu reaksi, persepsi pola, pengkondisian, adaptasi dan kebiasaan
menjadi fokus permasalahan. Semua bidang ini telah dan akan terus menjadi
bidang yang tepat untuk penelitian psikologis. Yang diperlukan adalah psikolog
tertentu untuk mengarahkan hasil penelitian tersebut ke bidang teknologi baru. Jika
kita mempertimbangkan efek dari sistem total berbasis komputer pada tenaga
kerja, ada banyak masalah signifikansi psikologis yang timbul dari penyesuaian
manusia terhadap lingkungan kerja yang baru. Dengan pendekatan saat ini, akan
terlihat bahwa kebebasan individu untuk bertindak di luar prosedur yang
ditetapkan akan sangat berkurang. Ini akan mengurangi inisiatif untuk
eksperimen, inovasi dan saran, dan menghasilkan stagnasi dalam jangka panjang.


